Sekilas Tentang CCTV

9 12 2009

Buku Manual

Aplikasi CCTV AXIS PT. JLJ

  1. I. Tentang CCTV

Closed Circuit Television (CCTV) merupakan sistem televisi tertutup yang menggunakan kamera video untuk menggambil gambar atau video yang kemudian ditransmisikan ke penerima tertentu dan ditampilkan dalam seperangkat monitor. Sehingga fungsi utama CCTV adalah untuk memantau lokasi tertentu yang terpasang kamera CCTV.

CCTV berbeda dengan televisi broadcast, dimana sinyal ditransmisikan secara tertutup melalui titik-titik site link wireless, koneksi fiber optik, ataupun menggunakan jaringan publik VPN. CCTV biasanya digunakan untuk aplikasi suerveilance untuk area-area tertentu yang membutuhkan keamanan, seperti bank, pusat perdagangan (retail shop),bandar udara, atau instansi militer. Disamping itu juga untuk memonitor trafik lalu lintas jalan raya. Dan pada dasarnya aplikasi CCTV ini tak terbatas penggunaannya.

Komponen-Komponen yang Membangun CCTV

CCTV merupakan sebuah sistem aplikasi, dimana didalamnya terdiri dari beberapa komponen penyusun sehingga sistem dapat bekerja secara semestinya. Berikut sistem dasar sebuah CCTV

  1. Kamera
  2. Jaringan
  3. Video Server
  4. Monitor

Gambar 1. Contoh konfigurasi jaringan sistem CCTV

Berikut merupakan penjelasan singkat dari komponen-komponen sistem CCTV berbasis jaringan IP diatas :

  1. 1. Kamera

Kamera berfungsi untuk menangkap gambar atau video yang ada dialam menjadi gambar atau video dalam bentuk data yang siap diolah kembali. Kamera IP, yaitu kamera yang sudah diberi alamat nomor IP,biasanya terdapat web server didalamnya. Sehingga untuk melihat atau mengkonfigurasi sebuah kamera IP hanya dengan memasukan nomor IP kamera tersebut kedalam browser (Internet Explorer atau Firefox).

Terdapat beberapa jenis kamera tergantung kebutuhan penggunanya. Model kamera PTZ (Pan/Tilt/Zoom) bisa digunakan untuk memonitor seluruh ruangan. Artinya semua sudut pandang bisa diambil oleh kamera, karena jenis kamera ini bisa diatur arah sudut pandangnya, yaitu keatas, kebawah ataupun kesamping.

Ketika dipasang biasanya kamera diberikan housing yang berfungsi untuk melindungi kamera dari kondisi cuaca atau melindungi dari binatang yang akan merusak kamera. Jenis pemilihan housing ini tergantung dimana kamera akan ditempatkan, apakah didalam ruangan (indoor) atau diluar ruangan (outdoor). Dan juga bagaimana lingkungan (environtment) tempat kamera dipasang.

  1. 2. Jaringan

Jaringan ini berfungsi untuk mentransmisikan sinyal yaitu data gambar atau video yang diperoleh dari kamera. Jaringan ini biasanya merupakan jaringan IP yang bisa diimplementasikan dalam bentuk jaringan wireless atau radio, jaringan fiber optik ataupun jaringan publik dengan bandwith kecepatan tinggi.

  1. 3. Video Server

Video server, seperti namanya, berguna untuk memeriksa layanan video ke jaringan. Untuk kamera IP, biasanya video server sudah ada secara embedded didalam kamera tersebut. Jadi setiap kamera IP memiliki video server tersendiri. Untuk mengakses video server kamera tersebut, kita cukup mengetikkan alamat IP-nya pada web browser atau software monitoringnya. Sedangkan untuk proses perekaman (recording) biasanya terpisah, dengan cara menginstall program tersendiri untuk pengaturan recording.

  1. 4. Monitor

Monitor berfungsi untuk menampilkan gambar video agar bisa dilihat oleh mata.

  1. II. Pengoperasian Kamera Axis

Setelah menginstal software AXIS Camera Station, maka harus dikonfigurasi untuk menampilkan kamera pada software AXIS Camera Station. Berikut panduan pengoperasian software AXIS Camera Station :

a) Menambah kamera/ Video server kedalam AXIS Camera Station

Contoh cara mengkonfigurasinya adalah sebagai berikut :

  1. Dari AXIS Camera Station, klik OptionsCamera Settings

Gambar 3. Menu options untuk mengatur setting kamera

  1. Kemudian muncul kotak dialog Camera Settings.

Gambar 4. Daftar kamera yang ada pada sistem monitoring

  1. Untuk menambah kamera baru,klik tombol Add..
  2. Informasi kamera baru dapat dimasukan secara manual atau klik Search untuk mendapatkan kamera yang terinstall dan video server dalam jaringan.

Gambar 5. Kotak dialog Add Camera

  1. Apabila menambah kamera secara manual, maka lanjut ke langkah nomor 8 dibawah. Apabila menekan tombol Search…, maka akan ditampilkan kamera-kamera yang ada pada search list dibawah ini.

Gambar 6. Daftar kamera-kamera yang ada dalam jaringan

  1. Klik kamera/video server yang diinginkan dan klik OK
  2. Seluruh informasi akan ditampilkan pada menu Add Camera. Berikut penjelasan beberapa item yang terdapat pada kotak dialog Add Camera :
  • Camera Name

Yaitu nama kamera yang akan ditampilkan pada software AXIS Camera Station, kita dapat merubah nama kamera sesuai yang diinginkan.

  • IP address / hostname (LAN)

Adalah IP yang digunakan dalam jaringan lokal.

  • Device model

Model kamera yang terpasang. Perbedaan model yang dimasukan biasanya akan mengakibatkan software tidak dapat menampilkan hasil rekaman.

  • Enable Pan/Tilt/Zoom control

Opsi ini untuk mengaktifkan agar user dapat mengendalikan sudut pandang kamera.

  • Enable audio controls

Opsi ini untuk mengaktifkan fungsi suara pada kamera.

  • Show live image as

Opsi ini untuk memilih tipe data video yang akan ditampilkan. Format mjpg adalah default yang dipakai oleh software AXIS Camera Station.

Gambar 7. Daftar informasi kamera yang ditambahkan

  1. Pada menu tab Camera pada bagian device beri tanda check dalam kotak Camera enabled, selanjutnya isi data kamera sesuai dengan penjelasan sebelumnya.
  2. Klik OK untuk menambahkan kamera kedalam software monitoring.

b) Mengatur tampilan utama kamera pada AXIS Camera Station

Ikuti langkah-langkah berikut untuk mengatur tampilan kamera :

  1. Untuk melihat tampilan kamera klik Options Views pada AXIS Camera Station. Tampilan monitor yang berhubungan pada nomor kamera yang diinginkan untuk dikonfigurasi.

Gambar 8. Kotak dialog untuk mengatur kamera

  1. Menetapkan tampilan secara default pada layar dari daftar drop-down ketika AXIS Camera Station dijalankan. Pilih No Lives Images berfungsi untuk mematikan kontrol.
  2. Pengaturan kamera pada tampilan dengan mengklik posisi tampilan dan arah kamera pada daftar Avaliable Camera. Kita dapat juga menggunakan drag-and-drop untuk posisi yang diinginkan.
  3. Pilihan Frame rate (Jumlah frame per detik) dan Image quality untuk video langsung. Nilai tinggi membutuhkan bandwith yang kecil, tapi menghasilkan kualitas gambar yang rendah. Sedangkan nilai rendah akan menghasilkan gambar yang lebih baik, tetapi membutuhkan bandwith yang lebih besar. Nilai diatas dipengaruhi oleh kondisi jaringan dan konfigurasi pada PC.
  4. Klik OK untuk menyimpan hasil konfigurasi.

Gambar 9. Tampilan software AXIS Camera Station setelah dikonfigurasi

c) Mekanisme merekam video

Tujuan utama servis perekaman adalah untuk mengambil gambar dari kamera yang terkoneksi yang selanjutnya disimpan dalam hardisk dalam bentuk file. Dari AXIS Camera Station kita dapat menjalankan atau menghentikan servis dengan mengklik File → Start Server atau Stop Server atau dengan cara klik kanan pada icon AXIS Camera Station pada taskbar.

Ketika servis berjalan lampu indikator hijau yang berada disebelah kanan atas tampilan aplikasi AXIS Camera Station akan menyala. Sedangkan bila lampu indikator berwarna merah menandakan servis telah berhenti atau mati. Perekaman akan terus menerus berjalan setelah AXIS Camera Station dalam kondisi On.

Dalam software AXIS Camera Station terdapat dua jenis perekaman yaitu :

  1. Continous Recording

Jenis perekaman ini yaitu merekam kamera secara terus menerus. Berikut langkah-langkah merekam menggunakan Continous Recording pada AXIS Camera Station :

  1. Dari AXIS Camera Station, pilih menu Options → Camera Settings…, pilih kamera yang akan dikonfigurasi kemudian double-klik pada kamera atau klik tombol Edit. Kemudian muncul kotak dialog Edit Camera diikuti nama kamera (misalnya : Edit Camera – FATMAWATI)
  2. Klik pada tab Recording dan beri tanda pilihan Enabled dibagian Continous recording. Lihat gambar dibawah.

Gambar 10. Merekam kamera dengan cara Continous Recording

  1. Klik OK untuk menyimpan hasil konfigurasi.
  2. Schedule Recording

Sesuai dengan namanya, perekaman jenis ini mempunyai kondisi tertentu untuk melakukan perekaman yang berdasarkan hari dan waktu. Berikut langkah-langkah perekaman menggunakan Schedule Recording.

  1. Lakukan langkah-langkah seperti pada perekaman Continous Recording sampai pada poin b.
  2. Kemudian klik tab Schedule pada kotak dialog Edit Camera.
  3. Pada pilihan Continous Recording beri tanda blok merah pada hari atau waktu yang diinginkan agar kamera melakukan perekaman. Dan hilangkan blok pada hari atau waktu agar kamera berhenti melakukan perekaman.

Gambar 11. Merekam kamera dengan cara Schedule Recording

  1. Klik tombol OK untuk menyimpan hasil konfigurasi.

d) Mekanisme penyimpanan hasil rekaman

Mekanisme ini adalah untuk mengatur file hasil rekaman pada software AXIS Camera Station. Secara default hasil rekaman akan disimpan dalam drive C dengan nama folder Recording. Berikut adalah langkah-langkah untuk mengatur file hasil rekaman.

  1. a. Pada AXIS Camera Station klik menu Options → General Settings → Recording Database…

Gambar 12. Kotak dialog recording database settings

  1. Pilih drive yang akan dipilih untuk menyimpan hasil rekaman. Untuk mencegah agar hasil rekaman tidak disimpan dalam drive tertentu yaitu dengan cara memilih drive yang ada pada pilihan Recording drives, kemudian hilangkan tanda centang pada Enable recording to this drive.
  2. Untuk membatasi kapasitas maksimal file rekaman yang tersimpan pada drive tertentu yaitu dengan cara memilih drive yang ada pada pilihan Recording drives, kemudian geser tombol pada Maximum drive space used by AXIS Camera Station.
  3. Untuk mengatur lamanya perekaman pada kamera yaitu dengan cara double-klik pada salah satu kamera kemudian isikan nilai pada pilihan Number of days to keep recordings. Sebagai contoh user mengisikan nilai 10 pada Number of days to keep recordings, artinya data rekaman akan disimpan selama 10 hari.

Gambar 13. Kotak dialog camera storage settings

  1. Klik OK untuk menyimpan hasil perubahan.

e) Aplikasi web AXIS Camera Station

Sebuah web browser dapat digunakan pada area kerja klien. Untuk menampilkan dan pengoperasian kamera secara mudah. Kita bias langsung mengetik nomor IP kamera pada browser untuk mendapatkan tampilan baru. Sebagai contoh, http://192.168.110.54

Gambar 14. Tampilan utama Axis Camera pada halaman web

f) Pengaturan kamera AXIS menggunakan web browser

Untuk mengatur konfigurasi kamera AXIS, ikuti langkah-langkah berikut :

  1. Ketik alamat IP kamera yang ingin diatur konfigurasinya. Misalnya kamera Fatmawati, 192.168.110.54, pada web browser.
  2. Tekan tombol Enter, maka akan muncul tampilan kamera seperti gambar berikut.
  3. Pilih tombol setup pada bagian kanan-atas web. Gunakan user name = root, dan password = 123456. Kemudian muncul tampilan sebagai berikut.

Gambar 15. Halaman pengaturan kamera Axis pada web

  1. Pada bagian Basic Configuration, anda bisa mengatur konfigurasi dasar untuk kamera, yakni meliputi : konfigurasi alamat TCP/IP, konfigurasi users, konfigurasi tampilan video dan image.
  2. Untuk mengatur pengguna, klik nomor 1.Users, sehingga ditampilkan menu sebagai berikut.

Gambar 16. Konfigurasi user pada web

Anda bisa menambah (Add…), mengubah (Modify…), bahkan menghapus (Remove…) user sesuai dengan keinginan pengguna. Untuk menambah, klik tombol Add…., sehingga ditampilkan jendela sebagai berikut.

Gambar 17. Tampilan tambah data user

Ketik nama pada kotak isian User name, untuk nama user yang ingin anda tambahkan. Kemudian isikan passwordnya pada kotak isian Password, dan Confirm Password

Pilih User Group untuk user tersebut. Pilih tombol radio viewer atau operator, atau Administrator. Apabila user tersebut bisa mengkontrol posisi kamera, maka beri tanda kotak pilihan Enable PTZ control. Kemudian klik tombol OK.

  1. Untuk mengatur alamat nomor IP, klik nomor 2.TCP/IP. Sehingga muncul tampilan sebagai berikut.

Gambar 18. Pengaturan IP kamera Axis

Pada bagian IPv4 Address Configuration, beri tanda pada kotak pilihan Enable IPv4. Kemudian beri nomor IP pada kotak isian IP address, dan juga Subnet Mask.

Kemudian tekan tombol save.

  1. Untuk mengatur tampilan gambar/video yang tampil, klik nomor 4. Video & Image. Akan muncul tampilan sebagai berikut.

Gambar 19. Pengaturan kualitas gambar kamera Axis

Pada bagian Image Appearance, pada menu resolution, pilih ukuran tampilan video dengan menekan tombol daftar pilihan tersebut. Pilih salah satu ukurannya, yakni :

  1. 4CIF (704×480/704×576)
  2. 2CIF Expanded (704×480/704×576)
  3. 2CIF (704×240/704×288)
  4. CIF (352×240/352×288)

Perbedaan dari pilihan diatas adalah ukuran video yang ditampilkan. Artinya nilai ukuran video CIF ini memperlihatkan juga besar resolusi yang digunakan dan tentunya akan mempengaruhi ukuran file video untuk tiap framenya. Semakin besar ukuran video dengan resolusi yang semakin besar, maka akan menghasilkan ukuran file tiap scane/framenya juga semakin besar.

Ukuran file video yang dihasilkan sebelum ditransmisikan melalui jaringan ini, haruslah dioptimalkan sesuai dengan kondisi bandwith jaringan yang dilaluinya. Untuk optimasi penggunaan bandwith ini, maka bisa anda gunakan teknik kompresi, dan tentunya harus memperhatikan kualitas video disisi penerima nantinya. Faktor kompresi yang anda gunakan bisa anda atur pada kotak isian Compression, nilainya antara 0 – 100, artinya nilai 0 ini tidak menggunakan kompresi, sehingga video yang dikirimkan merupakan ukuran raw video hasil kamera, sedangkan angka 100, artinya dilakukan kompresi maksimal sesuai dengan algoritma yang dimiliki decoder kamera. Secara standard nilai kompresi ini berkisar antara 30 sampai 45.

Kemudian untuk pengaturan warna bisa anda konfigurasi pada menu pilihan Color Setting, pilih Color untuk tampilan berwarna, atau black&White untuk tampilan hitam putih.

Pada bagian Overlay Setting, digunakan untuk menampilkan atribut tambahan yang ditampilkan diatas gambar video, bisa berupa waktu, lokasi ataupun gambar/logo. Beri tanda pada kotak pilihan dimana anda ingin menampilkan informasi overlay yang anda inginkan.

Kemudian klik tombol Save.

  1. III. Troubleshooting

Berikut adalah beberapa cara yang bisa dilakukan ketika system CCTV mengalami masalah :

  1. 1. Tidak ada gambar video dalam layar monitoring?

Caranya adalah dengan menekan tombol refresh pada kamera control sebelah kanan.

  1. 2. Bagaimana cara melakukan monitoring untuk kamera?

Caranya adalah dengan melakukan perintah ping ke alamat IP yang diinginkan.

Klik Start → Run, kemudian ketikan perintah berikut :

Ping –t <nomor IP kamera>

Misalnya : ping –t 192.168.110.50

Lihat hasilnya, apakah ada reply, misalnya jawabanya destination host unreachable, request time out ataupun device error artinya ada masalah dengan koneksi atau hardware tujuan nomor IP tersebut.

  1. 3. Proses merekam berhenti?

Caranya jalakan service rekaman pada icon yang berada pada taskbar.

  1. IV. Penutup

Demikain buku manual petunjuk sistem Aplikasi CCTV AXIS PT. JLJ yang dibuat untuk membantu pengoperasian sistem sehari-hari.


Tindakan

Information

Satu tanggapan

9 12 2009
Mr WordPress

Hi, this is a comment.
To delete a comment, just log in, and view the posts’ comments, there you will have the option to edit or delete them.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.